poles marmer poles granit dan poles teraso

Pentingnya memilih tukang pasang marmer atau granit yang berpengalaman.

Tukang pasang marmer yang berpengalaman dan professional memahami karakteristik dan cara memasang pada lantai atau dinding hunian, Mereka bisa menonjolkan kelebihan urat marmer atau granit dan meminimalisir kekurangan dari marmer atau granit alam tersebut. Ditangan mereka marmer atau granit yang kwalitas biasa-biasa saja bisa terlihat indah, rapi dan elegan.

Sebelum pemasangan lantai marmer atau granit di preview dulu untuk mensinkronkan urat alaminya.

Sebenarnya marmer atau granit sudah melalui proses seleksi di gudang marmer, sebaiknya sebelum dipasang marmeratau granit digelar terlebih dulu. Hal ini untuk menserasikan pasangan lantai agar menemukan urat dan gradasi warna dari marmer atau granit, hal ini juga untuk meminimalkan buangan karena salah potong. Bila proses gelar sudah selesai marmer atau granit di diberi kode, kode ini agar tidak salah dalam penempatan pasangan.

Persiapan lantai yang akan di pasangi marmer atau granit.

Lantai yang akan di pasang marmer atau granit terlebih dulu di scret,dilevel dan kondisi lantai harus benar benar kering untuk meminimalkan merambatnya kelembaban pada pori-pori marmer. Untuk lebih meminimalkan perambatan kelembaban marmer atau granit bisa dicoating dulu sebalum dipasang. Hal ini harus di perhatikan mengingat karakter batu yang memiliki daya kapileritas yang cukup tinggi

Ada dua metode pemasangan marmer dan granit.

  • Pemasangan system kering. Metode ini biasanya untuk pemasangan di dinding. Pemasangan ini diperlukan mouting yang kuat dengan tujuan untuk menghindari marmer atau granit yang terlepas. Sistem ini menggunakan agkur besi sebagai pengikat ke dinding. Metode ini diklai lebih hemat karena tidak menggunakan adukan sebagai perekatnya. 
  • Pemasangan sestem basah. Sistem ini di aplikasikan untuk pemasangan di lantai. Metode ini menggunakan adukan sebagai bahan perekatnya. Sekarang jenis bahan perekat sudah banyak pilihan di pasaran. Bahkan ada juga jenis bahan perekat marmer atau granit yang sekaligus berfungsi sebagai sealant perambatan kelembaban.

Setelah pemasangan lantai selesai sebaikny di diamkan beberapa hari agar kering terlebih dulu. Setelah itu baru bisa ketahap pengisian nat. Pengisian nat menggunakan campuran resin epoxy dan bubuk marmer serta di beri pewarna yang disesuaikan dengan warna alami marmer atau granit. Bisa juga pengisian nat menggunakan mastic glue semisolid, bahan ini sejenis pasta dan dicampur dengan picment warna yang disesuaikan warnanya. Tetapi mastic glue semisolid ini harganya lebih mahal dibandingkan dengan resin.

Setelah preoses nut selesai dan sudah benar benar kering, proses selanjutnya bisa ke tahap proses poles marmer atau proses poles granit.

Bahan baku lantai teraso dan ciri khas lantai

Bahan dasar dari teraso terdiri dari pecahan marmer(mener marmer) atau batu alam lain yang dicampur dengan mild ( bubuk marmer ) dan semen, bisa juga dicampur dengan resin. Setelah campuran selesai diaplikasikan dan kering kemudian di polesl dengan beberapa tahapan hingga dicapai tingkat kilap yang maksimal. Lantai terasosi fatnya hampir seperti marmer buatan, proses finishing lantai inipun tidak jauh beda dengan proses poles marmer atau proses poles granit, yang membedakan hanya lah beberapa tehnik dan chemical yang digunakan untuk proses kerjanya.

Jenis teraso biasanya terbagi dalam besar kecilnya campuran pecahan marmer atau pewarnaan semen, ada beberapa jenis ukuran pecahan marmer. Berdasarkan finishing ada dua jenis teraso, yaitu permukaan yang mengkilap dan permukaan yang kasar/pebble wash. Permukaan mengkilap biasanya untuk interior sedangkan pebble wash biasanya diaplikasikan untuk ekterior.

Kata teraso berasal dari bahasa italy yaitu Terrazzo yang artinya teras, atau penutup lantai untuk teras rumah. Sebagian orang Indonesia menyebutnya traso. Di itali teraso dijadikan bahan punutup lantai alternative yang dihasilkan dari limbah penambangan marmer. Sejak tahun 1920 industri teraso lahir di Italy sedangkan mulai tahun 1957 produk dan industry teraso mulai masuk ke Indonesia. Masuknya Produk dan tehnologi teraso ke Indonesia tidak terlepas dari sejarah penjajahan belanda di Indonesia.

Salah satu pelopor pertama industry teraso di Indonesia adalah PT. Ubin Alpen Indonesia, Pak Arianto Sutanto atau di sapa Pak Ong sebagai Direktur utamanya. Golongan masyarakat menengah kebawah mulai meminati teraso karena mengandung unsur prestise yang sebelumnya mereka menggunakan penutup lantai ubin semen.

Karakteristik dan ciri khas lantai teraso.


Motif yang umum digunakan pada produk lantai teraso adalah pecahan batu marmer. Namun dalam perkembanganya, motif lantai teraso juga bisa berupa pecahan kaca maupun bahan lain. Produk teraso bisa dikatakan produk bernilai seni tinggi, karena motif teraso merupakan bahan recycling yang dikemas pada produk teraso.

Karakteristik kuat produk teraso adalah lantai teraso mampu memberikan rasa dingin dalam keadaan cuaca panas dan sebaliknya teraso mampu memberikan rasa hangat bila udara dingin sangat cocok untuk iklim tropis seperti di Indonesia. Karakter itu terjadi karena adanya faktor prositas yang terdapat pada teraso. Selain itu lantai teraso mempunyai sifat yang dapat menyerap cahaya.

Lantai teraso mampu memberikan rasa kenyamanan yang tinggi. Teraso juga memiliki kekuatan dan tidak diragukan lagi daya tahannya yang tinggi. Dilihat dari kualitas bahan pokok yang digunakan yaitu pecahan batu marmer, semen dan pasir silica.  

Dengan perawatan yang benar lantai teraso bisa bertahan hingga puluhan tahun.

Batu marmer jenis dan kegunaan serta proses terjadinya.

Marmer atau dalam bahasa inggris marble secara umum dalam dunia bisnis adalah batu pualam atau batu alam, secara lebih spesifik marmer merupakan jenis batuan yang mengkristalisasi terbentuk dari batu gamping/dolomit atau batu kapur. Marmer yang bagus dan murni warnanya putih yang tersusun oleh mineral kalsit. Batu marmer merupakan metamorfosa/malihan dari batu kapur atau dolomit. Marmer terbentuk dari batu kapur yang terpengaruh suhu dan tekanan yang dihasilkan dari gaya endogen(tenaga yang berasal dari dalam bumi dan menyebabkan perubahan pada kulit bumi). Pengaruh endogen tersebut menyebahkanterjadinya proses kristalisasi pada batu kapur dan membentuk berbagai struktu non foliasi atau struktur foliasi.
Dari segi warna marmer ada dua jenis yaitu
  • Marmer putih yaitu marmer yang terbentuk dari malihan batu gamping murni dan batu dolomit.
  • Marmer berwarna merupakan marmer yang terbentuk dari malihan batu gamping yang tidak murni.
Batu marmer merupakan hasil tambang yang begitu di kenal oleh masyarakat luas terutama masyarakat kelas menengah ke atas. Dan diaplikasikan untuk hunian, desai interior, meja makan ,meja dapur,kamar mandi bagi mereka yang mengidamkan hunian yang berkonsep natural alami. Tidak semua masyarakat bisa memilikinya, mengingat harga marmer dan perawatanya yang cukup mahal, hanya masyarakat elit yang bisa mengaplikasikan ke hunian mereka.

Batu Marmer dapat diaplikasikan di rumah untuk perabotan, komponen komponen bangunan seperti dinding, lantai, meja, kamar mandi, westafel. Marmer juga dapat digunakan untuk bahan baku pembuatan Piala , Patung, prasasti , papan nama ,vandel dan lain sebagainya.

RespoMarble Indonesia
Jl. Sulaiman No.61 Pesanggrahan Jakarta Selatan

Kontak :
Tlp/Wa : 0815 8614 8188 (bpk.Warno)
Pin BB : 5B11387B
Email : respomarble@gmail.com

Tukang poles marmer poles granit dan poles teraso profesional